Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo berjanji untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat atas pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi
Pelapor pelanggaran NSA ini mengatakan spyware bernama Pegasus dipakai untuk melacak jurnalis Saudi
Arab Saudi telah mengirim dua orang ahli kimia dan racun ke Turki, untuk menghilangkan barang bukti pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Turki mengatakan bahwa jasad jurnalis Jamal Khashoggi telah dihancurkan tak lama setelah dibunuh dan dimutilasi, di Konsulat Arab Saudi, Istanbul.
Mohammed Bin Salman (MBS) menyebut jurnalis Jamal Khashoggi, yang terbunuh di Konsulat Saudi sebagai sosok Muslim yang berbahaya.
Awal pekan lalu, Kepala Jaksa Turki mengungkapan bahwa kolumnis The Washington Post tersebut telah dicekik hingga mati lemas, lalu tubuhnya dipotong-potong, tak lama setelah memasuki konsulat.
Mantan duta besar Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Turki Al Faisal, secara terbuka mengatakan bahwa pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, sama saja dengan pembunuhan terhadap seluruh umat manusia.
Uni Eropa menegaskan kembali seruannya kepada Arab Saudi agar menghukum semua pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi
Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa Khashoggi telah dicekik kemudian dipotong-potong, tak lama setelah kolumnis The Washington Post tersebut memasuki Konsulat Arab Saudi, di Istanbul 2 Oktober lalu.
Abd al-Bari Tahir, mantan kepala serikat jurnalis Yaman, dilaporkan menjadi salah seorang di antara mereka yang diculik pada Kamis (25/10) waktu setempat.