Hoax menjadi strategi kampanye yang dilakukan tim sukses (Timses) Jokowi-Ma`ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2019.
Dukungan PAN Maluku ke Jokowi-Kiai Ma`ruf merupakan kepentingan untuk PAN meraih suara signifikan, baik untuk DPR maupun dalam level provinsi dan kabupaten di Maluku.
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto meminta kepada seluruh rakyat Indonesia agar tidak memilih pemimpin ibarat beli kucing dalam karung.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku terharu karena tidak memberi kaos kepada para simpatisan masyarakat Jawa Barat yang hadir dalam kampanye.
Arya Fernandes mengatakan, tingkat elektabilitas paslon 01 sebesar 51,4 persen, sedangkan paslon nomor 02 sebesar 33,3 persen. Jadi selisih 18,1 persen.
Di DKI Jakarta dan Banten paslon 01 meraih elektabilitas 44,2%, sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga 40,0% dan yang tidak menjawab sebesar 15,8%.
Benny Rhamdani menilai sebenarnya lawan berat Pak Jokowi-KH Ma’ruf bukan Prabowo-Sandi, tapi gerombolan politik terorganisasir yang mengatasnamakan agama sebagai topeng dan jubah untuk tujuan politik kekuasaan.
Dalam survei Litbang Kompas disebutkan selisih elektabilitas hanya 11,8 persen. Elektabilitas Jokowi-Ma`ruf 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen.
Ketika kedua cawapres ditanya soal riset dan inovasi, belum ada pernyataan bernada menyerang antara Kiai Ma’ruf dengan Sandiaga atau Sandi.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak mau ambil keuntungan terkait penangkapan Ketum PPP Romahurmuziy (Romi) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).