Dosis pertama ditetapkan untuk diberikan pada hari Selasa, dengan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) memberikan prioritas utama untuk memvaksinasi orang-orang yang berusia di atas 80-an, petugas kesehatan garis depan dan staf serta penghuni panti jompo.
Dimana, dugaan korupsi bansos Covid-19 ini terungkap dalam giat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap enam orang, termasuk pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Politikus PDI Perjuangan itu sebagai tersangka dalam kasus ini bersama empat orang lainnya.
Selain Mensos Juliari, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Andriani IM, Harry Sidabuke.
Orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang mendasari, wanita hamil dan yang menderita penyakit pernapasan selama dua minggu terakhir dilarang vaksinasi.
Hingga Jumat (4/12), COVID-19 sudah menginfeksi hampir 65 juta orang dan menewaskan sedikitnya 1,5 juta orang sejak muncul di China pada Desember 2019.
Dalam kasus ini, Wenny Bukamo dan Recky Suhartono Godiman (RSG) yang merupakan Komisaris Utama PT Alfa Berdikari Group (ABG)/orang kepercayaan Wenny, dan Direktur PT Raja Muda Indonesia (RMI) Hengky Thiono (HTO) diduga sebagai peberima suap.
Pengunaan sertifikat vaksinasi elektronik, yang akan mempermudah mengidentifikasi dan memantau orang-orang yang sudah disuntik vaksin COVID-19, belum final dan harus dibuat sesuai dengan hukum nasional.
Plt Juru Bucara KPK, Ali Fikri mengatakan, 16 orang yang di tangkap KPK dalam OTT tersebut yaitu, pejabat dilingkungan pemkab banggai laut dan beberapa pihak swasta, termasuk Wenny.
Hingga kini COVID-19 telah menewaskan lebih dari 1,4 juta orang secara global, lebih dari 54.000 di antaranya di Prancis, dan menggelincirkan ekonomi dunia.