Rabies merupakan masalah kesehatan bersama di Indonesia dan mengajak semua sektor termasuk pemerintah daerah dan masyarakat untuk terlibat langsung dalam program pengendaliannya dengan mengedepankan implementasi One Health.
Penyakit rabies itu penyakit yang sangat berbahaya, yang sering kita sebut dengan penyakit anjing gila.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan tingkat kematian (fatality rate) rabies adalah 100% dan 98- 99% nya ditularkan oleh anjing.
Jakarta sudah 17 tahun dideklarasikan sebagai kota bebas rabies tapi targetnya Jakarta menjadi kota yang ramah hewan.
Hewan yang kena rabies mempunyai ciri-ciri yang tidak biasanya dari hewan seperti biasa.
Tercatat delapan provinsi dan beberapa kabupaten serta pulau di Indonesia bebas penyakit ini, sedangkan sisanya masih merupakan wilayah tertular.
Vaksinasi rabies drive thru ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian kegiatan di tengah pandemi virus corona baru (COVID-19) untuk menghindari kerumunan massa.
Edukasi tentang rabies khususnya kepada anak-anak usia sekolah dasar di Kalimantan Barat sebagai daerah endemis ini sangat penting.
Kementan sudah melakaukan uji coba bionsensor untuk mendeteksi daging babi, kemungkinan adanya rabies atau penyakit lain yang ada pada anjing dan lalat yang ada pada buah.
Terkait adanya sorotan penanganan rabies di Bali, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Provinsi Bali, I Wayan Mardiana menegaskan bahwa saat ini kasus rabies menunjukan tren penurunan di hampir tiap kabupaten/kota di Bali.