Bulan lalu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengupayakan agar sanksi PBB terhadap Iran kembali diberlakukan, agar embargo senjata konvensional ke Iran tidak berakhir pada 18 Oktober.
Tiga pihak Eropa dalam kesepakatan nuklir, Prancis, Inggris dan Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu bahwa setiap keputusan atau tindakan yang diambil untuk memberlakukan kembali sanksi PBB tidak akan memiliki efek hukum.
Sanksi baru tersebut sesuai dengan upaya Presiden Donald Trump untuk membatasi pengaruh regional Iran.
Pompeo mengatakan bahwa sanksi terhadap Iran akan aktifkan kembali pada tengah malam GMT pada 20 September.
Alasan penolakan itu karena Washington telah menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran dua tahun lalu
Iran, Rusia, dan China berpendapat, Washington tidak memiliki hak memicu sanksi "snapback" sejak menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018.
Iran, Rusia, China, Uni Eropa, Jerman, Prancis, dan Inggris menggambarkan langkah administrasi Trump sebagai tindakan melanggar hukum, sia-sia, dan batal serta bersuara dalam surat terpisah.
Netanyahu sudah lama memperdebatkan kesepakatan antara kekuatan utama, yaitu Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, AS dengan Iran, musuh bebuyutan Israel sebagai cacat.
AS yang sudah keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dua tahun lalu beralasan Iran melanggar pakta tersebut.
Menteri Luar Negeri, AS Mike Pompeo sebelumnya memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa Washington akan mengembalikan sanksi internasional berdasarkan klausul snapback dari Resolusi 2231.