Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengusut amplop "cap jempol" yang disita dari politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso.
KPK kembali membongkar amplop berisi uang dari kardus keempat milik politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso. Amplop berisi uang suap tersebut untuk kepentingan serangan fajar pada Pemilu 2019 nanti.
Hasil awal dari pemilihan walikota pada Minggu menunjukkan kemenangan kecil bagi oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) di Istanbul dan ibukota Turki, Ankara. Hal itu mengejutkan bagi Partai AK Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Di seluruh wialayah di negara itu, Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) dan mitra koalisinya memenangkan lebih dari 50 persen suara pada pemilihan Minggu, tetapi partai yang berkuasa kehilangan ibukota, Ankara, dan pusat komersialnya, Istanbul.
Ada sejumlah habaib terkemuka yang menerima KTA partai berlambang banteng moncong putih. Diantaranya Habib Husein Muhdar Almuhdar, Habib Muhammad Sholeh Al Muhdar, Habib Ali Assegaf.
KPK memastikan adanya cap jempol dalam 400.000 amplop yang disita dari politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka suap pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik.
Noam Rotem dan Yuval Adam, dua peneliti dari Big Bots Project, mengaku menemukan ratusan akun yang mempromosikan partai Likud Netanyahu dan menyerang lawan-lawannya.
Politikus Partai Golkar Markus Nari sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, yang hadir mewakili Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto, menuturkan dirinya memberi apresiasi atas apa yang dilakukan oleh FPG di MPR.
Anggota DPR dari Partai Golkar Mukhamad Misbakhun memanfaatkan masa kampanye Pemilu 2019 untuk menggalang dukungan di daerah kelahirannya di Pasuruan, Jawa Timur.