Dua ledakan menghantam gerbang bandara Kabul yang padat pada Kamis (26/8), menewaskan 13 pasukan Amerika Serikat dan 60 warga Afghanistan, serta melukai ratusan orang lainnya.
Pembom bunuh diri menyerang kerumunan orang yang berkumpul di luar bandara Kabul berharap untuk melarikan diri dari Afghanistan yang dikuasai Taliban.
Dia menegaskan kembali batas waktu 31 Agustus bagi semua pasukan AS untuk meninggalkan Afghanistan dan mengatakan pasukan AS akan menerbangkan sebanyak mungkin orang sebelum tanggal itu.
Video yang direkam oleh wartawan Afghanistan menunjukkan puluhan mayat berserakan di sekitar kanal di tepi bandara. Saksi mata mengatakan, setidaknya dua ledakan mengguncang daerah itu.
Bennett juga menjelaskan bahwa Iran akan menjadi agenda utama, terutama "lompatan" yang dicapai oleh program nuklirnya selama dua atau tiga tahun terakhir.
Seruan itu datang ketika Amerika Serikat dan sekutunya mendesak warga Afghanistan untuk meninggalkan bandara Kabul, dengan alasan ancaman serangan ISIS.
Orang tua Israel yang anak-anaknya belajar di sekolah dasar di Herzliya mengeluh setelah lembaga pendidikan mempekerjakan seorang guru asal Palestina.
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett berencana untuk mendorong strategi baru melawan Iran, dalam kunjungan ke Gedung Putih perdananya.
Tentara Israel mengatakan jet tempur menyerang lokasi pembuatan senjata Hamas di Khan Younis serta pintu masuk terowongan teror di Jabalya.
Sebuah pernyataan militer mengatakan pasukan di sepanjang perbatasan Gaza diperkuat dengan unit tambahan setelah evaluasi situasi keamanan di daerah tersebut.