Impor dilakukan mengingat stok cadangan beras Bulog saat ini sudah menipis.
Kalangan senator meminta lembaga pemerintah non-kementerian mentransformasi Perum Bulog atau organ kementerian menjadi badan pangan nasional.
Badan Legislasi (Baleg) DPR mendorong percepatan pembentukan Badan Pangan Nasional (BPN) yang merupakan amanah dari UU nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.
Wacana impor beras yang kini terus bergulir betul-betul sangat meresahkan petani, khususnya yang ada di ladang dan sawah pedesaan.
Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI ) meminta pemerintah melalui kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan juga Bulog berkolaborasi pacu produktifitas beras nasional dengan menaikan harga beli gabah petani.
BPS mencatat bahwa produksi beras tahun 2020 mencapai 31,63 juta ton atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar sebesar 31,31 juta ton.
Stok beras saat ini di gudang Bolog masih aman apalagi menjelang panen raya yang jatuh pada ahkhir Maret hingga April tahun 2021.
Selama ini Bulog selalu kalah berasing untuk menyerap beras karena ketidakmampuan bersaing dalam hal harga pembelian dibandingkan para tengkulak.
Total luasan panen pada tahun 2020 mencapai 10,66 juta hektar dengan total produksi padi mencapai 54,65 juta ton (gabah kering giling).
upaya peningkatan produktifitas padi juga terus berjalan melalui program Food Estate yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo. Kuntoro menambahkan saat ini Kalimantan Tengah dan Sumba Tengah sedang masuk masa tanam dan menjelang panen.