Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu mengecam serentetan serangan bom di Sri Lanka yang menewaskan setidaknya 200 orang dan melukai lebih dari 400 orang.
Delapan ledakan bom dahsyat telah merobek hotel-hotel kelas atas dan gereja-gereja yang mengadakan layanan Paskah di Sri Lanka, menewaskan lebih dari 200 orang
Menteri Keamanan memperingatkan soal individu yang menjadi ancaman signifikan di tengah ancaman ekstremisme sayap kanan
Muhammad Mussa.
Teroris terus datang menakuti. Ledakan di Sibolga membuat warga panik dan ketakutan. Ini jenis bomnya.
Serangan itu diklaim dilakukan Jaish-e-Mohammed, sebuah kelompok bersenjata yang berbasis di Pakistan, meskipun pelaku bom bunuh diri warga dari Kashmir, India.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga menimbang mengatakan bahwa hubungan antara para pelaku serangan "dan agen mata-mata dari negara-negara regional dan ekstra-regional tertentu sudah jelas".
Serangan itu terjadi di jalan antara kota-kota Zahedan dan Khash, daerah yang memang sering bergejolak di dekat perbatasan Pakistan.
Nota verbal itu bertujuan untuk meminta Filipina mengklarifikasi pernyataan keterlibatan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam serangan bom bunuh diri gereja di Jolo, Filipina.
Seorang pria yang berteriak memiliki bom dan mengancam seorang penumpang perempuan dengan pisau, memaksa pihak Bandara Internasional Brisbane, Australia melakukan upaya evakuasi selama lebih dari dua jam.
Juru bicara militer regional, Kolonel Gerry Besana, mengatakan, lima tentara dan 15 pejuang lainnya cedera dalam pertempuran antara tentara dan sekitar 150 pejuang di hutan dekat kota Patikul di provinsi Sulu.