Pembungkaman dan ancaman terhadap rakyat dengan menggunakan kekuasaan akan menjadi bom waktu bagi bangsa Indonesia. Sebab, rakyat tidak akan diam atas tekanan yang dilakukan penguasa.
Selain itu, 26 anggota militer dikabarkan luka-luka setelah bom tersebut menghantam rombongan yang menaiki bus.
Empat petugas kepolisian tewas dalam ledakan bom di Quetta, ibu kota Baluchistan, Senin (13/05) malam. Ledakan itu juga melukai sekitar 10 lainnya, termasuk warga sipil.
Tim Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di sebuah ruko penjualan ponsel yang diduga menjadi tempat penyimpanan bom. Satu orang diamankan.
Tim Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah toko ponsel dan juga pulda yang menyimpan bom di Bekasi, Jawa Barat.
Taliban Pakistan kemudian mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Aktivitas organisasi National Thawheedh Jamaath (NTJ) dan Jamathei Millathu Ibrahim (JMI) untuk sementara dilarang
Para militan meledakkan diri mereka dan tiga dari mereka terluka dalam serangan itu. Militan juga diyakini masih terkait dengan pemboman gereja minggu lalu.
Masjid Kollupitiya Jumma berkubah emas di salah satu sudut ibu kota Kolombo dijaga ketat oleh tentara yang dipersenjatai senapan serbu.
Hingga hari ini, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 253 orang, dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.