Pertemuan Jokowi dan Prabowo mengakhiri seluruh rivalitas yang terjadi selama ini. Termasuk para milenial generasi now.
Pertemuan itu membantu mempercepat hiling atau penyembuhan pasca kompetisi pemilu yang sedemikan panjang dan menimbulkan polarisasi.
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto telah menyepakati akan saling berkomunikasi dan mengunjungi.
Kalau ada ulama ataupun habaib yang masih saja menganggap pemilu belum selesai, dapat dipastikan hati mereka masih kotor.
Pertemuan tersebut menjadi ukuran peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.
Tidak ada lagi yang namanya cebong. Tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda Pancasila.
Baik Pak Jokowi maupun Pak Prabowo sama-sama memiliki jiwa kenegarawanan sejati
Rekonsiliasi tersebut bisa segera dilakukan dan Prabowo menerima kekalahan dengan lapang dada.
Salah satunya kementerian terbilang moncer dan menonjol adalah Kementerian Pertanian
Klaim kemenangan kubu Prabowo-Sandiaga Uno dengan perolehan 52 persen tidak didasari bukti yang cukup alias tidak jelas. Hal itu sebagaimana dalam permohonan kubu Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK).