Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, kekuatan nuklir negaranya harus disiagakan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran, invasi Rusia ke Ukraina dapat menyebabkan perang nuklir.
Perang berisiko memicu konsekuensi luas bagi pasokan makanan global yang akan berdampak buruk pada yang termiskin.
Rusia menyebut tindakannya sebagai operasi militer khusus untuk "mendenazifikasi" negara itu dan telah meminta bantuan militer dan ekonomi dari Beijing, menurut pejabat AS.
Kebijakan ini berpotensi mendistorsi perdagangan, mengurangi reliabilitas perusahaan Indonesia bagi partner dagang luar negeri.
Amerika Serikat (AS) mengatakan China akan menghadapi konsekuensi yang keras, jika tetap nekat membantu Rusia dalam invasi ke Ukraina.
Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Marcin Przydacz, menyebut serangan rudal Rusia ke pangkalan militer Ukraina di Lviv, dekat perbatasan Polandia merupakan ancaman untuk NATO.
Kremlin mengesahkan undang-undang yang mulai berlaku pada 4 Maret yang mengkriminalisasi pelaporan perang independen dan protes terhadap perang, dengan hukuman hingga 15 tahun penjara.
Sanksi Barat telah membekukan hampir setengah dari cadangan emas dan mata uang asingnya.
Rusia merencanakan beberapa tindakan di Ukraina sebelum invasi terjadi, meskipun Beijing mungkin tidak memahami sepenuhnya apa yang direncanakan.