Calon gubernur DKI Jakarta dari poros Cikeas Agus Yudhoyono dinilai telah melengkapi keunggulan dua kandidat pesaingnya, Ahok dan Anies Baswedan.
Dua tahun terakhir kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Ahok menuai kontroversi. Dari soal penggusuran, reklamasi Teluk Utara Jakarta, hingga etika komunikasi Ahok.
KPU DKI Jakarta akan mengumpulkan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang telah mendaftarkan diri untuk maju ke Pilkada DKI Jakarta 2017.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap tidak peduli dengan perkembangan dan psikologis anak-anak yang rumahnya terkena gusur.
Kasus korupsi yang diduga melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih mengkrak di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) membongkar sejumlah dugaan kasus yang disebut-sebut menyeret calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Ratna menilai Gubernur DKI sekarang (Ahok) telah mengidap kelainan jiwa atau psikopat akut karena tidak punya nurani terhadap anaknya (warga) sendiri dan tidak tahu aturan hukum.
Calon gubernur (Cagub) petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak pernah menganggap Nusron Wahid sebagai Ketua Tim Pemenangan Pilkada DKI Jakarta.
Jumlah perolehan suara partai pendukung calon gubernur (Cagub) tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017.
Anies Baswedan disebut sebagai orang yang paling beruntung. Meski kerap mengkritisi Prabowo Subianto saat Pilpres 2014, Anies justru diusung sebagai kandidat calon gubernur (Cagub) DKI Jakarta