Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengumumkan larangan impor minyak dari Rusia ke AS, di tengah invasi Moskow ke Ukraina yang memasuki hari ke-13.
Salah seorang pejabat pertahanan senior Amerika Serikat (AS) membeberkan bahwa Rusia ingin merekrut tentara bayaran dari Suriah, untuk berperang di Ukraina.
Komandan militer Rusia yang saat ini menjadi tawanan perang di Ukraina, Letnan Kolonel Astakhov Dmitry Mikhailovich, mengaku dipaksa mempercayai bahwa Ukraina telah dikuasai oleh kelompok nasionalis dan Nazi.
Rusia telah mengumumkan gencatan senjata terbaru untuk mengamankan proses evakuasi warga sipil dari Ukraina. Dari empat kota yang diumumkan, hanya sebagian kecil yang mengarah ke Ukraina.
Amerika Serikat (AS) diyakini menjadi pihak yang paling diuntungkan dalam perang Rusia vs Ukraina. Di saat kedua belah pihak babak belur, AS siap-siap mengeruk dolar.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan kekejaman terhadap warga sipil Ukraina, akan dihukum seberat-beratnya.
Pendiri dan CEO Tesla Elon Musk meminta Eropa memulai ulang (restart) pembangkit listrik tenaga nuklir, demi keamanan nasional dan internasional.
Perang terbuka Rusia versus Ukraina bisa berdampak pada kenaikan listrik di Tanah Air. Asumsinya, perang bisa menaikkan Indonesian Crude Price (ICP), karena pembangkit listrik masih menggunakan BBM.
Presiden Rusia Vladimir Putin tertarik menggunakan jasa tentara Suriah berpengalaman dalam pertempuran perkotaan, sehingga pasukan Rusia dapat menguasai kota-kota Ukraina, termasuk ibukota Kyiv.
Pejabat pertahanan Inggris menyebut pasukan Rusia gagal melakukan ekspansi dalam 48 jam terakhir. Militer Moskow terhambat oleh perlawanan keras Ukraina dan dukungan logistik yang buruk.