Ketua DPR RI Puan Maharani kembali mendesak Pemerintah untuk memprioritaskan penerbitan aturan pelaksana sebagai implementasi atas Undang-Undang No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
Dalam simulasi 3 kandidat Presiden, Ganjar Pranowo menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi 32,1 persen, disusul Prabowo Subianto 31,7 persen dan Anies Baswedan 11,9 persen.
Jangan sampai ada mahasiswa yang terlantar dan dosen yang menganggur karena tidak mendapatkan tempat baru untuk melanjutkan pendidikan dan pekerjaan. Ini harus dilakukan demi kualitas pendidikan di Indonesia.
Prabowo Subianto meraih dukungan sebesar 22,8% dan mengalahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meraup 21,2%
Mbak Puan hadir, salah satu yang akan dibahas terkait kerangka tim pemenangan Ganjar dan juga skema konsolidasi ke bawah. Termasuk juga koordinasi dan konsolidasi relawan pemenangan Ganjar Pranowo yang sudah terbentuk.
Pemerintah harus memberi dukungan untuk memastikan penghapusan kekerasan seksual, yang sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak. Aturan pelaksana sebagai implementasi atas penerapan UU TPKS harus segera diterbitkan.
Padahal, partai politik tidak boleh posisinya lebih tinggi dibandingkan dengan lembaga presiden dan presidennya. Tak ada dalam konstitusi, tak ada dalam tradisi politik yang sehat bahwa presiden harus bertanggung jawab kepada partainya.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berpesan kepada sejumlah santri di Pesantren Subhanul Wathon, Magelang, Jawa Tengah, agar mewaspadai adanya upaya kampanye negatif jelang memasuki tahun politik.
Pemerintah perlu segera mencari solusi efektif dan tindakan nyata untuk mengendalikan kondisi yang memberatkan rakyat ini dan tidak boleh membiarkan harga daging ayam dan telur terus melonjak, karena ini dapat memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari rakyat kita.