Sekolah Politik ini penting bagi pengurus dan kader PPP di seluruh Indonesia, salah satu tujuannya adalah terciptanya kader yang mampu memahami arah perjuangan partai, posisioning, dan prilaku konstituen, pada saat ini.
Regulator medis masih meninjau data kesehatan dan keselamatan untuk vaksinasi yang akan diberikan untuk anak-anak antara usia lima dan 11 tahun dan tidak mungkin untuk memutuskan tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Twano, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu (13/11).
Kepala Menteri Delhi, Arvind Kejriwal menyebut pembicaraan mengenai potensi penguncian total di ibu kota juga sedang berlangsung, tetapi keputusan apa pun hanya akan diambil setelah berkonsultasi dengan pemerintah pusat.
Saya sangat mengapresiasi komitmen Kadin Jatim untuk ikut melakukan pembinaan atlet golf junior. Karena pembinaan bagi anak-anak ini memang sangat diperlukan. Dengan banyaknya pertandingan yang mereka ikuti, saya yakin akan muncul pegolf profesional yang akan bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Pakar hukum dan dosen Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti, mendukung hadirnya Peraturan Mendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan Perguruan Tinggi (PPKS).
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Paudikdasmen), Jumeri berharap program teknis 2021 yang diikuti 80 ribu guru di Indonesia ini dapat meningkatkan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) gur
Puan didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan jajaran DPR RI.
Ketua DPR RI Puan Maharani turut memantau pembelajaran tatap muka (PTM) di lingkungan sekolah, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sekitar 70 persen petani saat ini hanya lulusan sekolah dasar (SD), dan bahkan tidak bersekolah sama sekali. Hanya satu 1,5 persen saja petani yang lulus perguruan tinggi, baik melalui program D3, D4, dan program sarjana.