Hal ini meningkat sepuluh kali lipat dibanding periode sama 2019 yang hanya berhasil membukukan sebanyak 1,7 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp14,4 miliar.
Syahrul mengapresiasi para petani dan pelaku usaha agribisnis di Sumatera Utara yang tetap aktif mengekspor rempah-rempah Indonesia seperti pala yang memiliki permintaan sangat tinggi dari negara negara lain, khususnya di tengah pandemi COVID-19.
Hadirnya toko tani atau pasar tani fungsinya adalah sebagai stabilizer agar harga dapat terjaga, dan berjalan normal.
Warga kota bisa menghasilkan sayur sendiri melalui inovasi pertanian hidroponik dengan memanfaatkan paralon dan ember bekas.
Peran Kostratani menjadi sangat penting dalam meningkatkan produksi pertanian dan ekspor berbasis IT.
Namun di masa pandemi ini, ternyata ada saja ide brilian untuk mensiasati cara memasarkan hasil pertanian, seperti yang dilaukan petani yang tergabung dalam Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC).
Syahrul juga meminta para pejabat daerah dan jajarannya agar memantau ketersediaan pangan di daerah masing-masing untuk memastikan ketersediaan pangan nasional terkendali dengan baik.
Kehadiran KUR, menurut Syahrul adalah salah satu upaya negara untuk memastikan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia dan membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Komoditas yang mengalami permintaan tinggi ialah komoditas sub sektor perkebunan, seperti kopi dan minyak sawit, produk hortikultura dan tanaman pangan lainnya.
Harga jual di tingkat petani pun terbilang bagus. Bahkan dirinya mengaku belum sanggup memenuhi seluruh permintaan jeruk.