Pengembangbiakan ternak sapi di P4S Ushuluddin menerapkan sistem semi intensif, dimana pada pagi hari sapi dilepas merumput di padang penggembalaan dan sore hari dimasukkan ke dalam kandang dengan kawin alam.
Nur Yadi merupakan satu di antara para peternak sapi potong di Manokwari, Papua Barat, yang merasakan manfaat dari program IB yang disosialisasikan penyuluh pertanian.
Pakan aditif ini merupakan jasad renik asal rumen yang bersifat nonpatogen dan diberikan kepada pedet yang belum diberi pakan hijauan/prasapih atau pada pedet dalam masa pertumbuhan.
Ada 11 komoditas pokok yang dikawal, antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.
Fadjry Djufry menyampaikan bahwa Kelompok Tani Tunas Baru merupakan Laboratorium Lapang kegiatan integrasi Sawit Sapi sejak 2015.
Konsumsi nasional untuk daging sapi di Indonesia saat ini adalah 700.000 ton, sementara kemampuan produksi dalam negeri masih di angka 400.000 ton.
Sapi Belgian Blue ini digadang–gadang dapat menjadi salah satu cara dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.
Untuk pengendalian Anthrax di Gunung Kidul, dijelaskan bahwa semua titik kasus di dusun tertular sudah dilakukan desinfeksi, dan sebanyak 2695 ekor sapi dan 6295 ekor kambing telah diberikan antibiotik dan vitamin.
Pemerintah juga berencana mengimpor daging sapi untuk industri sebanyak 129.000 ton dan sapi potong (bakalan) sebesar 550.000 ekor.
Salah satu yang diminati adalah terkait pengembangan sapi Belgian Blue.