Dalam kurun waktu dua tahun terakhir sampai pada awal Juni 2020 ini tercatat di dalam sistem iSIKHNAS bahwa telah terdapat kelahiran pedet sapi perah sebanyak 217.400 ekor.
Produksi embrio sapi BB murni ini sudah dilaksanakan pada 10 Februari 2020.
Sejumlah sapi milik warga di Desa Dainaa, Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo mati mendadak.
Tudingan itu terjadi hanya seminggu setelah China melarang impor daging sapi dari empat tempat pemotongan hewan terbesar di Australia karena masalah pelabelan.
Peningkatan populasi sapi dan kerbau lokal melalui Sikomandan merupakan salah satu bagian komitmen pemerintah untuk mengurangi dominasi impor daging sapi dan kerbau di Indonesia.
Keunggulan Sapi Pasudan, selain adaptif dengan kondisi agroekosistem di Provinsi Jawa Barat, juga memiliki sistem reproduksi yang baik.
Dampak pemalsuan daging dan produk olahannya, yaitu kerugian ekonomi akibat penipuan, bahaya bagi kesehatan akibat zoonosis, foodboner disease dan reaksi alergi pada pangan tertentu.
Harga daging sapi kualitas 2 berada di zona merah, yaitu Rp112.900 per kg dan bawang merah Rp52.500 per kg.
Hal ini dilakukan menyusul kelangkaan daging di sejumlah toko akibat pasokan yang terganggu di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19).
Bahkan, menurunya pada masa pandemi COVID-19 ini, kegiatan produksi susu sapi perah di kelompoknya masih stabil tidak mengalami penurunan produksi dan omsetnya juga tetap.