Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut serangan di jembatan yang menghubungkan Rusia selatan ke Krimea sebagai "aksi teroris" Ukraina dan berjanji untuk membalas.
Vladimir Putin menyebut serangan itu sebagai tindakan yang kejam dan tidak masuk akal.
Presiden Vladimir Putin mengatakan berhak menggunakan bom tandan jika amunisi tersebut dikerahkan melawan pasukan Rusia di Ukraina.
Putin Ancam Jatuhkan Bom Curah di Ukraina
Putin Ampuni Wagner dengan Syarat Pecat Prigozhin
Berdasarkan tawaran itu, para tentara akan tetap di bawah komandan mereka saat ini, yang diidentifikasi oleh surat kabar hanya dengan tanda panggilan "Rambut Uban".
Pemimpin Rusia itu menegaskan bahwa tank buatan luar negeri adalah target prioritas pasukan Rusia.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Putin mengundang 35 orang ke pertemuan itu, termasuk komandan unit, dan itu berlangsung selama tiga jam.
Pejuang Wagner Bersiap Pindah ke Belarusia
Putin dan Xi Jinping Bakal Hadiri KTT Virtual SCO