Departemen Keuangan AS mengatakan, sanksi yang baru diumumkan Washington menargetkan industri transportasi udara dan maritim Iran akan mengarah pada pembatasan perdagangan terkait barang-barang kemanusiaan.
Pada 16 Desember 1944, Jerman meluncurkan serangan balasan dalam Perang Dunia II yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Bulge.
Dengan menggunakan sanksi, AS dapat menekan dan membatasi sumber daya keuangan, persediaan medis, dan makanan Iran, tanpa harus bersangkutan dengan peraturan internasional yang melarang membunuh warga sipil.
Yurisdiksi Khusus untuk Perdamaian (JEP) menuntut mantan anggota pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan para pemimpin militer atas tuduhan kejahatan perang memulai penggalian di sebuah kuburan di kotamadya Dabeiba.
AS berjanji akan memangkas tarif produk China dengan imbalan Beijing menambah pembelian produk pertanian, manufaktur dan energi AS senilai USD200 miliar selama dua tahun ke depan.
Beijing akan menunda penambahan tarif 10 persen dan 5 persen yang direncanakan pada beberapa impor AS dan terus menangguhkan tarif tambahan pada mobil dan suku cadang buatan AS.
Departemen Pertahanan AS mengatakan telah menguji coba rudal balistik jarak menengah, tes kedua dalam empat bulan dari rudal ofensif, yang dilarang di bawah INF.
Tepat pada Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA), Syahrul menetapkan 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Badan Karantina Pertanian (Barantan) di antaranya untuk mendapatkan apresiasi ini di tahun 2019.
93 persen dari peralatan dan perangkat medis di Yaman sudah tidak layak pakai karena sudah melewati masa penggunaan alias kadaluarsa.