Inovasi sistem tanam jarwo diyakini dapat meningkatkan produksi hingga 20%.
Persemaian kering bisa dilakukan di pekarangan rumah para petani. Inovasi ini pertama kali diterapkan oleh Hasanudin Petani dari Poktan Sumber Tani Kecamatan Kalianget.
Penugasan kepada UPT ini merupakan dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam penanganan COVID-19, selain memastikan ketersediaan dan distribusi pangan.
Para penyuluh pertanian diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani.
Ekspor pertanian asal subsektor perkebunan saat ini menempati posisi teratas, termasuk sawit.
Paparan hasil uji eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta dan gamma corona menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100%.
Pahlawan yang tidak kalah pentingnya selain dokter di rumah sakit dalam menghadapi Covid-19 adalah petani.
Keuntungan dari budidaya sistem salibu, di antaranya jangka waktu yang relatif lebih pendek dan kebutuhan air lebih sedikit.
Penyuluh pertanian makin gencar mengawal petani melakukan percepatan tanam dengan memanfaatkan ketersediaan air di tengah ancaman musim kemarau.
FAO menyatakan setelah pandemi virus corona baru (COVID-19) ini akan terjadi krisis pangan dunia.