Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) walk out (WO) saat mengikuti deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KPU, di Monas, Jakarta, Minggu (23/9).
Partai politik peserta Pemilu 2019 serta tim sukses pasangan capres-cawapres akan menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (23/9).
Pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar pelaksanaan Pemilu serentak 2019 berjalan dengan sejuk dan damai.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan daftar calon tetap (DCT) pada Pemilu 2019 mendatang. Sebanyak 38 mantan narapidana korupsi masuk dalam DCT.
Calon presiden (Capres) Prabowo Subianto menyatakan siap berjuang untuk kepentingan rakyat Indonesia jika terpilih menjadi presiden pada Pemilu 2019 mendatang.
KPU diminta untuk segera merevisi Peraturan KPU (PKPU) terkait larangan mantan koruptor untuk maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) pada Pemilu 2019 mendatang.
Kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat memasuki babak baru.
Dalam rangka mewujudkan politik bersih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar masyarakat tidak memilih para caleg yang memiliki rekam jejak sebagai koruptor.
Dalam rangka menyelamatkan PPP, Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) dengan Paradigma Baru Connecting Moslem Berbasis Dakwah, Sosial, Ekonomi dan Pendidikan, meminta seluruh elite melakukan dialog.
Sikap politik Partai Demokrat yang bermain dua kaki pada Pemilu serentak 2019 adalah atas perintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).