Zuhair menegaskan bawah Palestina tidak akan pernah menerima "Kesepakatan Abad Ini" karena Washington telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Jika memang AS berniat membantu, mengapa tidak langsung datang ke Palestina dan memberikan bantuannya tanpa membuang-buang tenaga mengelar Konferensi Manama.
Dita berharap ke depan Indonesia memikirkan hal yang lebih kongkrit, seperti memberikan beasiswa kepada anak-anak Palestina di kampus atau pesantren di Indonesia.
Abbas dengan tegas menyatakan negaranya tidak akan tergiur dengan proyek miliaran dolar tersebut, demi menjaga martabat dan harga diri bangsa
Indonesia dan Iran sampai kini masih tetap berkomitmen mewujudkan kemerdekaan Palestina. Tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina selalu jadi perhatian kedua negara. Baik Indonesia maupun Iran tak memandang agama apapun yang dipeluk rakyat Palestina.
Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, menilai proposal perdamaian Presiden Amerika Serikat (AS) telah mempermainkan harga diri Palestina.
Rancangan ekonomi yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) untuk perdamian Palestina-Israel hanyalah ilusi dan tidak akan pernah terwujud.
Berri mengatakan bahwa Lebanon tidak ada tergoda oleh uang karena mengorbankan hak-hak rakyat Palestina.
Investasi di Palestina akan membawa tingkat pengangguran dari sekitar 30 persen menjadi satu digit.