China kembali melaporkan 22 kasus virus corona baru (Covid-19) pada Rabu (29/4), naik dari enam kasus yang dilaporkan sehari sebelumnya.
Kapal perang AS memasuki perairan teritorial di Kepulauan Xisha di Laut Cina Selatan tanpa izin Tiongkok.
Gates, yang kini aktif dalam yayasan yang mempelajari soal pandemi selama bertahun-tahun, menepis tuduhan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa bahwa China menutup-nutupi Covid-19, ketika pertama kali muncul di Wuhan pada Desember lalu.
Rusia menyusul China dalam jumlah kasus virus corona (Covid-19) yang dikonfirmasi pada Senin (27/4), setelah data menunjukkan kasus mencapai di atas 87.000.
Kementerian Luar Negeri China membantah tuduhan Eropa bahwa Beijing telah menyebarkan disinformasi tentang virus corona baru (Covid-19), melalui sebuah operasi rahasia di media sosial.
China akhirnya memilih untuk memfokuskan pengujian virus corona baru (Covid-19) pada kelompok-kelompok berisiko tinggi, seperti orang-orang dari daerah yang terinfeksi atau dengan gejala.
BGI akan menyediakan peralatan untuk melakukan 9,000,000 tes COVID-19, termasuk penyediaan perangkat dan persediaan, dengan 500 ahli, spesialis dan teknisi yang melakukan tes.
China melaporkan 11 kasus virus corona baru (Covid-19) pada Sabtu (25/4) kemarin, setelah 12 hari sebelumnya Beijing mencatatkan nol kematian, menurut data resmi yang dipublikasikan pada Minggu (26/4).