Melalui situs resmi elhkpn.kpk.go.id Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tercatat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 31 Desember 2019, Sakti Wahyu Trenggono sebagai calon Menteri KKP memiliki harta sebanyak Rp1,9 Triliun.
Dugaan korupsi itu dilaporkan oleh Gerakan Penyelamat Harta Negara Republik Indonesia (GPHN RI) sekitar satu bulan lalu, namun belum ada tindak lanjut.
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan memberikan data itu bersarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mulai dari yang tersbesar sampai yang terkecil.
Berdasarkan data di situs elhkpn.kpk.go.id, Wenny yang merupakan calon petahana di Pilkada 2020 itu melaporkan harta kekayaannya pada 31 Desember 2019 lalu.
Nurhadi merupakan terdakwa kasus penerimaan suap dan gratifikasi bersama menantunya Rezky Herbiyono mencapai Rp46 miliar dari sejumlah pihak yang berperkara di MA.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memiliki total harta kekayaan Rp7.422.286.613.
KPK merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Presiden Jokowi.
KPK meminta seluruh calon kepala daerah untuk melakukan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.
Harta Ismunandar terbesar berupa 14 bidang tanah yang tersebar di Kutai Timur dan Kota Samarinda dengan nilai mencapai Rp2.934.272.000
Adapun khusus untuk mengeluarkan zakat harta (mal) di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19), Wamenag menganjurkan supaya disegerakan sepanjang sudah memenuhi nisabnya.