Di balik gemerlapnya tim-tim raksasa, ada klub-klub yang diam-diam menjadi `pabrik`-nya pemain muda. Tim-tim ini bukan langganan juara Liga Champions, tapi sukses mencetak bintang masa depan Eropa.
Untuk pertama kalinya, Liga Premier akan mengirimkan enam wakilnya ke kasta tertinggi Eropa, rekor baru sejak kompetisi ini digulirkan.
Tiga kompetisi Eropa musim ini menjadi milik tim-tim Inggris. Manchester United, Tottenham Hotpurs, dan Chelsea membuktikan dominasi Liga Premier di kancah Benua Biru.
Arsenal didirikan oleh para pekerja pabrik senjata Royal Arsenal. Awalnya, klub ni menamakan diri Dial Square sebelum berganti menjadi Royal Arsenal, dan kemudian Woolwich Arsenal.
Sejak era Piala Champions hingga format modern saat ini, tim-tim dari Serie A kerap menghiasi perjalanan merebut trofi Si Kuping Besar.
Kemenangan atas Barcelona menjadi bukti bahwa Inter Milan masih layak bersaing di puncak kompetisi Eropa
Di media sosial muncul narasi Barcelona vs UEFA, dan sebaliknya, Barcelona anak emas UEFA.
Kemenangan ini menjaga peluang Chelsea bermain di Liga Champions musim depan, dengan finis di posisi lima besar
Semifinal Liga Champions sering kali menyuguhkan berbagai drama tak terlupakan. Comeback yang sulit dipercaya hingga penalti kontroversial tak jarang membumbui fase krusial jelang final ini.