Pembelian sistem rudal China, yang ditampilkan secara publik pada Sabtu, telah menimbulkan kekhawatiran di Barat dan di antara beberapa tetangga Serbia bahwa pembangunan senjata di Balkan dapat mengancam perdamaian yang rapuh di wilayah tersebut.
Moskow telah berulang kali memperingatkan Washington agar tidak melanjutkan bantuan militernya ke Kyiv, menuduh AS menuangkan minyak ke dalam api perang.
Harga kelapa sawit, kedelai, rapeseed Eropa dan bahkan mitra transgenik Kanada, minyak canola, telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah setelah pengumuman Indonesia pada hari Rabu.
Lavrov, dalam komentarnya kepada kantor berita resmi China, Xinhua yang dipublikasikan di situs kementerian luar negeri Rusia, mengatakan 2,8 juta orang di Ukraina telah meminta untuk dievakuasi ke Rusia.
Pasukan Rusia diduga kuat telah melakukan ratusan perkosaan dan pembunuhan serta teror mengerikan.
Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss mengatakan tim Inggris akan berangkat ke Ukraina pada Mei dengan penekanan khusus pada penyelidikan pemerkosaan sebagai kemungkinan kejahatan perang.
Guterres pada Kamis mengunjungi Bucha dan pinggiran kota Kyiv lainnya di mana Moskow diduga telah melakukan kejahatan perang.
Dmitry Muratov, editor surat kabar investigasi Novaya Gazeta, mengatakan bahwa ia diserang saat berada di kereta api dari Moskow ke Samara pada bulan April dan disiram dengan cat merah yang mengandung aseton.
Ukraina mulai bergerak untuk mengevakuasi warga sipil yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal, yang sebelumnya berjuang mempertahankan Kota Mariupol di selatan.
Rusia menembakkan dua rudal ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Jumat (29/4). Salah satunya menghantam lantai bawah sebuah bangunan tempat tinggal setinggi 25 lantai.