Sejak kemunculan virus corona di pusat kota Wuhan di China mulai diketahui pada awal Januari, informasi keliru sudah mulai menyebar di mana-mana.
Maskapai penerbangan di seluruh dunia menangguhkan atau mengurangi layanan masuk dan keluar dari Tiongkok, mengikuti kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia di luar negeri.
Tibet juga baru melaporkan kasus pertamanya pasien yang terdeteksi virus corona.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Prancis mengkonfirmasi kasus kelima infeksi virus corona baru dari China pada Rabu (28/1).
Sejumlah maskapai mengurangi penerbangan sementara waktu ke Negeri Tirai Bambu itu, mulai dari British Airways, Lufthansa ke Canada Air hingga American Airlines.
I Ketut menjelaskan bahwa analisa genetik dari virus ini menunjukkan adanya kedekatan kekerabatan dengan virus corona yang ditemukan pada kelelawar.
Virus menunjukkan gejala seperti flu dan awalnya dikira pneumonia ini menjangkit wilayah itu sejak Desember.
Wisatawan akan diminta mengisi kuesioner tentang gejala mereka
Sebelas anggota militer Amerika Serikat diterbangkan dari Pangkalan Udara Al Assad di Irak dan dirawat karena gejala gegar otak
Terawan Agus Putranto mengatakan, empat warga negara Indonesia (WNI) yang menolak dievakuasi tersebut mengaku sudah merasa nyaman.