Aparat kepolisian masih terus berupaya membubarkan aksi massa. Petugas kepolisian mengimbau agar massa membubarkan diri dan sekaligus mengingatkan untuk sahur.
Pasukan tambahan itu dikumpulkan di depan Hotel Simple Inn, Jalan Wahid Hasyim, dan langsung membentuk barisan baru yang lebih padat dari sebelumnya.
Aparat kepolisian bentrok dengan aksi massa. Polisi terus memukul mundur hingga kawasan Tanah Abang. Bahkan, sejumlah massa sempat melakukan pembakaran.
Dalam kondisi terdesak, terlihat kepolisian sempat melakukan pergantian pasukan. Pasukan pengganti masih menggunakan pentungan, bertameng, dan pelontar gas air mata.
Kelompok mahasiswa Cipayung Plus menyatakan perlawanan terhadap aksi massa 22 Mei, jika bertujuan melawan pemerintahan yang sah dan melanggar.
Partai Demokrat memastikan tidak ikut dalam aksi massa pada 22 Mei 2019. Aksi tersebut diinisiasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.
"People power dalam bentuk menurunkan massa ke jalan untuk menolak hasil Pemilu, apalagi jika dilajukan sebagai pembangkangan terhadap pemerintahan yang sah, adalah langkah inkonstitusional," ujar Koordinator FPPDK Rahmat Ali Mony.
Polres Jakarta Pusat sudah siap mengantisipasi pengamanan di dua titik, KPU dan Bawaslu yang akan didatangi massa Kivlan Zein CS .
"People power itu satu gerakan yang dilakukan secara masif dan administratif dalam bentuk pengerahan massa yang sebenarnya tujuannya tidak mempercayai lembaga-lembaga atau instrumen-instrumen negara yang diatur oleh UU," ujar Karding.
Menurut Herman, meski sebenarnya menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa dapat dibenarkan, namun tindakan massa tersebut dapat mengganggu ketertiban umum.