Kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 yang cukup panjang disebut bisa membuat para calon anggota legislatif (Caleg) jatuh miskin.
Seyogyanya sholat berjamaah dilakukan setiap hari bukan hanya pada saat Pemilu. Makanya ini sangat sarat kepentingan politik.
Pemilu 2019 sudah di berada di depan mata. Semua elemen yang terlibat didalamnya, diminta untuk menyebarkan informasi positif dan bukan hoax.
KPK menegaskan uang suap yang diterima Anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso untuk kepentingan dirinya sebagai Caleg pada Pemilu 2019.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengusut amplop "cap jempol" yang disita dari politikus Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso.
Bukan hanya itu agenda Pemilu adalah tunggal yaitu untuk memilih pemimpin bangsa. Agenda pemilu bersifat nasional, karena itulah segenap peserta pemilu tidak perlu lagi mempersoalkan konsensus nasional kebangsaan dan kenegaraan yang sudah final disepakati.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi sikap para kiai dan santri yang telah menjadi penyejuk ditengah suasana kebangsaan yang semakin menghangat jelang kontestasi Pemilu 2019.
KPK kembali membongkar amplop berisi uang dari kardus keempat milik politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso. Amplop berisi uang suap tersebut untuk kepentingan serangan fajar pada Pemilu 2019 nanti.
Hasil awal dari pemilihan walikota pada Minggu menunjukkan kemenangan kecil bagi oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) di Istanbul dan ibukota Turki, Ankara. Hal itu mengejutkan bagi Partai AK Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Di seluruh wialayah di negara itu, Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) dan mitra koalisinya memenangkan lebih dari 50 persen suara pada pemilihan Minggu, tetapi partai yang berkuasa kehilangan ibukota, Ankara, dan pusat komersialnya, Istanbul.