Tarif tersebut berada di tingkat yang sama dengan sebelum Trump memutuskan untuk menggandakannya Agustus lalu di tengah ketegangan terkait penahanan seorang pendeta AS, yang telah dibebaskas Turki.
Iran mengatakan penerapan kembali sanksi AS tidak dapat diterima.
Khamenei mengatakan, setiap konfrontasi antara AS dan Iran tidak akan menjadi perang militer, dan bahkan tidak akan ada perang apa pun.
Trump membantah sedang mempersiapkan 120.000 tentara untuk dikerahkan ke Timur Tengah menghadapi segala ancaman ancaman Iran.
Perang perdagangan AS-China saat sebagai "pertengkaran kecil" meskipun ada tambahan bea masuk yang diberlakukan masing-masing negara.
Beberapa minggu terakhir, pemerintahan Trump berulang kali menyebutkan ada ancaman dari Iran, tetapi menolak untuk menguraikan secara spesifik dan detail.
Rouhani mengatakan, negaranya berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu saat Saddam Hussein menyerbu Iran pada 1980,
Trump menunjukkan keyakinan dalam keputusannya untuk memungut tarif agar membuat kedua negara jauh lebih kuat, bukan lebih lemah.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mendesak dan mencam Iran untuk melakukan pertemuan karena pihaknya tidak bisa mengesampingkan konfrontasi militer.
Trump mengatakan, Beijing akan membayar lebih mahal jika tidak ada kesepakatan tercapai dalam waktu dekat.