Berbicara di New York City pada Rabu (24/4) Zarif memperingatkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump agar tidak mengambil "tindakan gila" dalam upaya memblokir penjualan minyak Iran.
RUU itu disampaikan sehari setelah Washington mengumumkan bahwa tidak ada negara yang lagi akan dibebaskan dari sanksi AS jika terus membeli minyak Iran.
Gedung Putih, yang telah terlibat dalam kampanye tekanan maksimum terhadap Teheran sejak Trump berkuasa, telah memberi negara-negara waktu untuk menyapih diri dari minyak Iran, tetapi telah memutuskan bahwa keringanan tidak akan lagi dikeluarkan.
Presiden AS Donald Trump pada 8 April menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai entitas teroris.
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengumumkan akan membatasi perjalanan dan pengiriman uang Amerika Serikat (AS) ke Kuba.
Tes itu dilakukan saat kebuntuan dalam pembicaraan perlucutan senjata nuklir setelah pertemuan puncak yang gagal di Hanoi antara Kim dan Presiden Donald Trump awal tahun ini.
Kongres mengkhwatirkan hubungan dekat Trump dengan Arab Saudi yang terlibat dalam kasus pelanggarah Hak Asasi Manusia di tengah upaya mengisolasi Iran, saingan regional.
Omar mengatakan mendapat ancaman yang meningkat sejak Twit Presiden Trump. Ia menambahkan bahwa kicauana Trump itu "membahayakan hidup dan itu harus dihentikan".
Pencapaian tersebut jauh melebihi modal kampanye yang hingga kini sudah dikumpulkan oleh calon pesaingnya dari Partai Demokrat.
Trump mengunggah video yang menunjukkan, Omar, seorang perwakilan AS dari Minnesota, menolak serangan 11 September 2001.