Penggusuran yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjhaja Purnama alias Ahok kepada rakyat kecil dinilai tidak wajar. Hal itu sebagai bukti bahwa Ahok tidak peduli dengan jeritan tangis rakyat kecil.
“Pasca reformasi sudah terhitung 360 kepala daerah yang melakukan tindak pidana korupsi. Pemilu yang kita gadang-gadang mampu membawa pemimpin terbaik tidak menjalankan fungsi sebagai pemegang amanah rakyat.”
Front Wong Cilik Bicara ini menggemakan yel-yel hidup PDIP, sekaligus meneriakkan kecaman terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang anti rakyat kecil.
Ribuan elemen masyarakat menggelar aksi untuk mengecam sikap arogansi Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sewenang-wenang terhadap rakyat kecil.
Kesan tegas dan berani memang muncul, tapi kok beraninya sama rakyat kecil?
Tidak perlu ada yang diherankan soal tax amnesty. Rakyat Indonesia tidak usah resah tentang kebijakan pengampunan pajak.
Keberadaan WhatsApp sebagai wahana interaksi berhasil dimanfaatkan para tokoh nasional lintas usia untuk membentuk Rumah Amanah Rakyat.
Rizal Ramli mengkritik karakter kepemimpinan DKI Jakarta yang ditengarai suka mengumpulkan duit taipan, lalu berani menggusur rakyat kecil.
Rizal Ramli mengkritik karakter kepemimpinan DKI Jakarta yang ditengarai suka mengumpulkan duit taipan, dan berani menggusur rakyat.
Sejumlah tokoh nasional membentuk Rumah Amanah Rakyat. Ini sebagai perhatian dalam mengawal Pesta Demokrasi berupa Pilkada dan Pilpres serentak agar melahirkan pemimpin yang amanah.