Semua WNI yang akan dijemput dari Wuhan dengan menggunakan pesawat Batik Air tipe Airbus A330 itu berada dalam kondisi sehat
Keputusan ini menyusul semakin mengganasnya virus corona di lokasi setempat.
Pemerintah China siap memfasilitasi pemulangan WNI dari wilayah terdampak virus corona, Provinsi Hubei ke Indonesia.
KBRI berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan logistik para WNI tersebut dan memastikan agar pengiriman bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pengiriman itu terganggu oleh penyebaran wabah penyakit, yang juga berasal dari tempat tersebut.
Wakil Ketua MPR-RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, MA menyampaikan keresahannya akan nasib WNI yang terisolasi, di kota Wuhan dan kota-kota lainnya di China.
"Kemenlu perlu memastikan keberadaan dan keselamatan WNI yang ada di Wuhan dan juga China secara umum. Untuk WNI di Wuhan yang saat ini sedang terisolir, perlu dipastikan akomodasi dan kebutuhan logistiknya dapat tercukupi dengan baik. Jika ada WNI yang terkena infeksi, perlu dipastikan mendapat pelayanan pengobatan yang baik. Tentu kita berdoa semua WNI di sana semua sehat dan tidak ada yang terinfeksi Corona," harap Sukamta
Demi mencegah kasus penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berulang, Ketua DPR RI Puan Maharani mengimbau seluruh WNI yang bekerja di kapal-kapal ikan untuk tidak melaut di perairan Sabah sementara waktu.
Kasus hilangnya kapal ikan milik Malaysia yang berawak delapan WNI di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah pada tanggal 16 Januari 2020 pukul 20.00 waktu setempat terkonfirmasi sebagai kasus penculikan Kelompok Abu Sayyaf.
Saat ini seluruh WNI yang disandera Abu Sayyaf sudah berhasil dibebaskan.