Bamsoet mendukung keputusan pemerintah yang membatalkan rencana pemulangan WNI eks ISIS untuk mencegah munculnya masalah baru terkait radikisme.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengapresiasi keputusan Pemerintah Republik Indonesia untuk tidak memulangkan 689 Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah.
Rencana pemulangan WNI eks kombatan ISIS ke Indonesia menjadi pro dan kontra. Sehingga, persoalan ini menjadi perhatian serius Anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan rencana pemulangan 660 WNI eks kombatan ISIS ke tanah air harus melalui pertimbangan matang dan cermat
Keterlambatan ini dipicu oleh cepatnya perkembangan situasi menjelang pemulangan WNI dari negeri tirai bambu tersebut.
Ada sekitar 31.500 WNA yang menjadi pejuang ISIS. Sebanyak 800 di antaranya berasal dari Asia Tenggara, dan 700 orang adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
WNI yang dievakuasi dari pusat penyebaran virus corona tersebut, datang ke Natuna dalam keadaan sehat.
Mereka terdiri dari 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, satu WNA, serta lima anggota Tim Aju KBRI Beijing.
Kita percaya seluruh ahli-ahli kesehatan kita akan mampu menyelesaikan hal tersebut
TNI Angkatan Udara menyatakan telah menyiagakan tiga pesawat untuk membantu mengevakuasi WNI di Wuhan