Serangan roket tersebut merupakan bagian dari serangan besar-besaran pemberontak dan ekstremis sekutunya
Gerilyawan Rusia telah menembakkan ratusan rudal di Aleppo Barat. Serangan ini menewaskan sedikitnya 15 warga sipil.
Serangan ditujukan ke posisi pasukan pemerintah di Aleppo Barat, dan gerilyawan dengan menggunakan kendali jarak jauh
Milisi Syiah Irak siap meluncurkan serangan terhadap kelompok Islam radikal ISIS di bagian barat Mosul dalam waktu dekat.
Sampai saat ini belum terdapat keterangan resmi mengenai dalang penyerangan tersebut, apakah dilakukan oleh pemerintah Suriah atau pesawat tempur Rusia.
Lembaga observasi itu awalnya melaporkan adanya dua sekolah yang terkena hantaman rudal, namun kemudian mengklarifikasi satu sekolah terkena rudal.
Pasukan Irak dan Kurdi, yang didukung oleh Amerika Serikat, telah melakukan serangan besar di daerah sekitar kota Mosul, yang merupakan benteng terakhir pasukan IS di Irak.
Menteri Dalam Negeri Provinsi Balochistan, pada Selasa (25/10) pagi, seperti dikutip dari aljazeera, mengatakan bahwa lima hingga enam orang melakukan penyerangan.
Usai serangan tersebut, personel militer Pakistan dan Korps Perbatasan menutup pusat pelatihan dan melancarkan operasi.
Dalam serangan itu, pelaku meninggalkan pesan yang disemprotkan pada bangunan terdekat yang isinya; Nazi Republiken tinggalkan kota ini, atau tanggung akibatnya.