Teheran meningkatkan pengayaannya sebesar 100 kali lipat sejak 2012.
Kapal tanker minyak milik Emirat menghilang di Teluk Persia selama tiga hari berturut-turut.
Penyitaan kapal itu terjadi atas permintaan Amerika Serikat (AS), yang mengingkan ekspor minyak Iran ke tingkat "nol" sebagai bagian dari sanksi terhadap Republik Islam.
Menurut data bea cukai Korea Selatan, pengiriman minyak Iran dalam enam bulan pertama tahun ini hampir 3,9 juta ton, atau 156.155 barel per hari (bph), turun 36,9 persen dari 6,13 juta ton selama periode yang sama tahun sebelumnya.
Teheran mengatakan, pembatasan yang diberlakukan terhadap Zarif, yang melakukan perjalanan antara PBB dan misi Iran atau kediaman duta besar PBB untuk Iran, tidak akan mempengaruhi "jadwal kerjanya".
Washington mengirim pesan ke Rusia untuk melakukan pembicaraan dengan Teheran di tingkat menteri luar negeri.
Uni Eropa masih buntu soal kesepakatan sistem transaksi dengan Iran, dengan tetap menghindari sanksi Amerika Serikat (AS).
Hunt mengatakan Iran memiliki hak untuk mengekspor minyak. Ia juga menyuarakan keprihatinan tentang meningkatnya ketegangan di kawasan itu.
Iran mengimpor sekitar sepertiga dari minyak zaitunnya.
Eropa belum melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan kesepakatan nuklir Iran 2015 meskipun berulang kali menyatakan bersedia menyelamatkan JCPOA.