Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berbohong besar saat mengklaim, kapal Angkatan Laut AS menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak Iran.
Keempat kapal dan yang kelima, Daryabar, yang berhasil meninggalkan Brasil dipenuhi jagung, adalah bagian dari rute komersial baru yang dibuka oleh pemerintah Iran
Para anggota parlemen mengatakan, beberapa minggu terakhir telah menyaksikan tindakan sabotase yang mencurigakan di wilayah tersebut serta penyitaan ilegal sebuah kapal tanker Iran oleh pemerintah Inggris.
Komisi Eropa menyatakan "keprihatinan mendalam" atas penyitaan kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz.
Arab Saudi menolak membiarkan kapal itu pergi, dan pada saat yang sama menuntut agar Iran membayar biaya labuh sebesar USD200.000 atau sekitar Rp2,8 miliar per hari.
British Airways dan Lufthansa menangguhkan seluruh penerbangan ke Kairo, Mesir karena alasan keamanan dan keselamatan.
Dalam suratnya, Inggris mengungkapkan bahwa tanker tersebut didekati oleh militer Garda Revolusi Iran, ketika sedang berada di perairan Oman.
Kementerian Luar Negeri Prancis, mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas penyitaan Stena Impero.
Zarif mengatakan, belum mengetahui tempat di dunia di mana kehadiran Washington memberikan keamanan dan kestabilan.
Seluruh awak yang terdiri dari 23 orang di kapal tanker itu sekarang diamankan di pelabuhan Bandar Abbas, dan akan tetap di kapal sampai akhir penyelidikan.