Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) membagikan paket sembako kepada masyarakat terdampak virus corona baru (Covid-19).
Pada prinsipnya, MPR RI mendukung berbagai upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19, namun juga tak ingin pelaksanaan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 menuai permasalahan di kemudian hari.
Konser virtual “Berbagi Kasih, Tuhan Bersama Kita Melawan Covid-19”, bersama BIMBO dan para musisi dan tokoh bangsa ini, bisa serentak disiarkan berbagai saluran TV swasta nasional.
Sebagai lembaga negara pelaksana kedaulatan rakyat, MPR, DPR, dan DPD RI perlu terus mendorong Pemerintah untuk menyiapkan beberapa skenario untuk mengantisipasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional
Pemotongan ini terjadi pada semua lembaga negara dan kementerian yang menggunakan APBN. Anggaran MPR Tahun 2020 berkurang sebesar Rp 27 miliar. Pemotongan anggaran ini untuk penanganan penanggulangan pandemi COVID-19 oleh pemerintah. Pimpinan MPR juga rela tidak mendapat THR untuk penanggulangan COVID-19
Sebab, tidak kurang dari 89,75 persen dari semua kepala desa itu menyatakan tidak setuju jika warganya yang bermukim di perkotaan melakukan mudik Lebaran 2020 di tengah pandemi Covid-19.
Kepedulian terhadap dampak pandemic covid-19 juga dilakukan oleh MPR. Bahkan lembaga negara yang saat ini dipimpin oleh Bambang Soesatyo itu tak lelah-lelahnya peduli membantu masyarakat yang paling terdampak dari menggejalanya wabah itu.
Di halaman website tersebut kita bisa melihat rakyat bergotong royong memberikan bantuan. Ada yang menjadi donatur dengan menyumbang lima ribu rupiah, sepuluh ribu rupiah, hingga puluhan dan ratusan jutaan rupiah. Besar kecil sumbangan bukanlah persoalan, karena Tuhan Yang Maha Esa melihat ketulusan dan keihklasan
Sebagai pemantik, Bamsoet langsung menyumbangkan tiga bulan gajinya sebagai Ketua MPR RI terhitung bulan April, Mei, dan Juni 2020, untuk disalurkan ke platform kitabisa.com. Para Wakil Ketua MPR RI dan KADIN Indonesia juga turut memberikan sumbangan.
Pandemi Covid-19 yang dihadapi Indonesia telah menunjukan karakter asli bangsa Indonesia yang kental dengan semangat gotong royong. Jika beberapa tahun belakangan semangat tersebut seperti terlihat menghilang akibat situasi politik dan sosial lainnya, kini gotong royong mulai hidup kembali.