Ribuan orang telah dihukum karena melanggar aturan COVID-19 sejak akhir Maret, ketika pembatasan diperketat di ibu kota dan provinsi sekitarnya setelah lonjakan kasus.
Filipina juga mencatat penambahan 11.333 pasien sembuh, sehingga total menjadi 914.952.
Kota tersebut melaporkan 30 kasus virus corona baru pada Minggu, 29 di antaranya diimpor, menandai jumlah korban harian tertinggi sejak 15 Maret.
Operasi gabungan Aparat Keamanan Filipina berhasil mendesak posisi Kelompok ASG dalam kontak senjata dan kemudian menyelamatkan WNI pada saat ASG mencoba melarikan diri.
Penyelamatan dilakukan pada Kamis (18/3) sore hari di perairan Tawi-Tawi saat kapal yang digunakan kelompok ASG membawa tiga WNI terbalik akibat gelombang laut.
Filipina memulai program vaksinasi di antara petugas kesehatan pada 1 Maret, menggunakan sekitar 600.000 dosis vaksin Biotek Sinovac, CoronaVac, yang disumbangkan oleh pemerintah China.
Kelompok hak asasi manusia menuduh Presiden Rodrigo Duterte mendorong tindakan keras terhadap para aktivis untuk membungkam perbedaan pendapat dan menargetkan para pengkritiknya, dengan kedok operasi kontra-pemberontakan yang intensif terhadap pemberontak Maois.
Moderna mengatakan akan mencapai kesepakatan terpisah dengan pemerintah Filipina dan sektor swasta untuk memasok tambahan 7 juta dosis.
Otoritas kesehatan juga melaporkan pada Jumat, 31 lebih banyak infeksi dari varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.
Dari enam kasus dengan varian Afrika Selatan, tiga terdeteksi secara lokal dan dua adalah warga Filipina yang kembali dari luar negeri. Asal kasus lainnya masih diverifikasi.