Larangan itu diberlakukan oleh yayasan yang mengelola mesjid tersebut. Karena dianggap berdosa mengizinkan wanita menyentuh makam tokoh sufi yang berada di dalam mesjid.
Pihak konservatif menuduh email-email itu membuktikan para penyumbang yayasan itu punya akses khusus ke Deplu, hal yang selalu disangkal kampanye Clinton.
"Istirahatlah Kata-Kata" adalah produksi kolaborasi Yayasan Muara, KawanKawan Film, Partisipasi Indonesia, dan LimaEnam Films.
Pendiri Yayasan Australia Independent School (AIS) di Jakarta, Penny Robertson terus berupaya mendapat keadilan.