Para ilmuwan Iran telah berhasil mulai memperkaya 60 persen uranium pada pukul 12.40 pagi (20:10 GMT pada hari Kamis).
Iran juga menyalahkan Israel atas pembunuhan seorang ilmuwan yang memulai program nuklir militer negara itu beberapa dekade sebelumnya pada November.
Para ilmuwan mengatakan vaksin Rusia hampir 92 persen efektif, berdasarkan hasil uji coba tahap akhir peer-review yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet bulan lalu.
Lima ilmuwan nuklir Iran peringkat atas telah menjadi sasaran upaya pembunuhan sejak 2010
Pernyataan itu muncul dua hari setelah Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi mengatakan pasukan keamanan negara telah menemukan banyak petunjuk baru tentang pembunuhan Fakhrizadeh baru-baru ini.
Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Suhadi mengatakan, penelitian ini dalam prosesnya melibatkan ilmuwan, perekayasa, analis data, dan mitra di lingkungan Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak) Kemdikbud.
Seruan untuk membalas dendam atas pembunuhan ilmuwan nuklir top Iran semakin keras dengan serangkaian demonstrasi yang diadakan di seluruh negeri
Mohsen Fakhrizadeh merupakan ilmuwan nuklir dan pertahanan bergengsi yang martir di tangan penjahat dan tentara bayaran yang kejam.
Iran menuduh musuh bebuyutan Israel berusaha menabur kekacauan dengan membunuh Mohsen Fakhrizadeh yang berusia 59 tahun dan secara tegas menyiratkan bahwa negara Yahudi itu bertindak dengan restu AS.