Sekelompok ilmuwan di Amerika Serikat (AS) menemukan sebuah virus raksasa yang berukuran tiga kali lebih besar dari virus corona baru (Covid-19).
Ia mencatat, Kementerian Luar Negeri Iran sudah bekerja keras untuk membuka jalan bagi kembalinya ilmuwan ke negara itu dan semua tindakan yang diperlukan telah diambil dalam hal ini.
Ferguson memutuskan mundur karena menganggap tindakannya telah melanggar peraturan negara mengenai jarak sosial
“Tentu ini sangat membanggakan, karena ilmuwan dan peneliti kita, anak bangsa kita sendiri, ternyata mampu menghasilkan test-kit untuk rapid-test yang berbasis PCR dan Non-PCR," kata Ratna Juwita
Trump mengatakan para ilmuwan harus mengeksplorasi apakah memasukkan cahaya atau desinfektan ke dalam tubuh orang yang terinfeksi virus corona baru dapat membantu membersihkan penyakit tersebut.
Jenderal Salami mengatakan kemajuan ilmiah novel dan tunggal telah dibawa oleh para ilmuwan yang melayani pasukan sukarelawan Basij di negara itu.
Gelombang kedua infeksi di China setelah penguncian 76 hari di Wuhan terjadi pada saat para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang COVID-19.
Para ilmuwan percaya bahwa obat ini akan sepenuhnya steril dan non-pirogenik
Dengan menganalisis sampel yang dikumpulkan dari pasien, juga akan mengungkapkan apakah virus tersebut dapat bermutasi menjadi jenis baru.
Lokasi uji coba tersebut akan dilakukan di laboratorium pemerintah di Porton Down, sebelum nantinya diuji coba pada manusia pada bulan depan.