Aparat kepolisian menyebut kericuhan yang terjadi dalam aksi demo di depan Gedung Bawaslu akibat ada pihak ketiga yang memprovokasi yang berasal dari luar Jakarta.
Bentrokan antara aparat kepolisian dengan aksi massa menelan sebanyak enam korban jiwa. Sebanyak enam orang yang meninggal dunia dikabarkan dari aksi massa.
Aparat kepolisian masih bentrok dengan aksi massa di kawasan Tanah Abang. Hingga saat ini, massa masih melakukan perlawanan dengan melempari petugas polisi dengan batu hingga molotov.
Aparat kepolisian masih terus berupaya membubarkan aksi massa. Petugas kepolisian mengimbau agar massa membubarkan diri dan sekaligus mengingatkan untuk sahur.
Pasukan tambahan itu dikumpulkan di depan Hotel Simple Inn, Jalan Wahid Hasyim, dan langsung membentuk barisan baru yang lebih padat dari sebelumnya.
Aparat kepolisian bentrok dengan aksi massa. Polisi terus memukul mundur hingga kawasan Tanah Abang. Bahkan, sejumlah massa sempat melakukan pembakaran.
Aparat kepolisian terpaksa membubarkan aksi demo secara paksa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5) dini hari. Pembubaran paksa itu terpaksa dilakukan setelah negosiasi polisi tidak diindahkan aksi demo.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diimbau untuk memberikan laporan evaluasi kepada DPR RI seputar penyelenggaraan Pemilu serentak 2019. Hal itu mengingat adanya dugaan kecurangan dan sengketa hasil Pemilu 2019.
Caleg PDIP Masinton Pasaribu menyebut surat suata tambahan yang masuk di luar jadwal 15 Mei 2019 itu sebagai surat suara sampah.
Bawaslu menyatakan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU tetap berjalan dan tidak peli dihentikan setelah dinyatakan melanggar prosedur dalam melakukan input data.