Israel tetap pada rencannya membangun membangun sekitar 3.000 rumah bagi pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki, menentang kritik terkuat pemerintah Biden hingga saat ini terhadap proyek-proyek tersebut.
Amerika Serikat (AS) prihatin dengan terbitnya tender pada Minggu untuk 1.300 unit permukiman di sejumlah permukiman Tepi Barat
Mesir dan Yordania sampai tahun lalu menjadi satu-satunya dua negara Arab yang menormalkan hubungan dengan Israel.
Pengumuman pada Minggu dari Kementerian Konstruksi dan Perumahan di pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Naftali Bennett mengatakan tender telah diterbitkan untuk 1.355 rumah di Tepi Barat, yang direbut oleh Israel selama Perang Enam Hari 1967.
Keputusan tersebut mempengaruhi 2.800 mantan penduduk Jalur Gaza yang meninggalkan wilayah itu, setelah militan Islam Hamas merebutnya dalam pertempuran internal Palestina pada 2007.
Setiap tahun saat ini para pemukim menyerbu provinsi Nablus dan mencuri buah zaitun matang, menebang pohon dan membakarnya.
Pada Mei tahun ini, tentara Israel berperang 11 hari melawan kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza, yang menembakkan sekitar 4.400 proyektil ke arah negara Yahudi itu.
Militer Israel menulis di Twitter bahwa kedua tersangka melemparkan bom api ke jalan menuju blok pemukiman Israel di dekat kota Betlehem, Palestina, yang membahayakan pengemudi.
Serangan udara Israel di Suriah tengah menewaskan satu tentara Suriah dan tiga pejuang pro-Iran
Yordania dan Israel menandatangani kesepakatan, yang membuat negara Arab itu membeli 50 juta meter kubik air dari Tel Aviv