Israel memusnahkan puluhan ribu kalkun dalam rangka menahan wabah flu burung yang serius. Upaya ini dilakukan setelah lebih dari 5.000 burung bangau mati di Cagar Alam Hula.
Hasil uji coba, kemungkinan akan diawasi secara ketat secara internasional, akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan Israel dalam waktu sekitar dua minggu, menurut juru bicara Pusat Medis Sheba, dikutip dari Reuters pada Selasa (28/12).
Media Israel mengatakan anak-anak yang telah mengunjungi cagar alam itu mungkin telah menyentuh burung bangau yang terserang dan dengan demikian berkontribusi pada penyebaran flu.
Hasil uji coba, kemungkinan akan diawasi secara ketat secara internasional, akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan Israel dalam waktu sekitar dua minggu.
Di bawah cetak biru yang disetujui oleh kabinet, yang mengadakan sesi mingguannya di Golan, sekitar 7.300 unit rumah akan dibangun di Katzrin, pemukiman utama Israel di daerah itu, dan di komunitas-komunitas Yahudi yang lebih kecil.
Israel telah melaporkan 1.118 kasus yang dikonfirmasi dari varian virus corona (COVID-19) Omicron yang menyebar cepat, dengan jumlah orang yang terinfeksi berlipat ganda setiap dua hari.
Bentrokan pada Sabtu malam (25/12) adalah bagian dari ketegangan berhari-hari di daerah sekitar pos terdepan pemukiman Tepi Barat dan lonjakan kekerasan di tempat lain di Tepi Barat dan Yerusalem timur.
Nama-nama rudal yang ditembakkan selama latihan militer di selatan negara itu adalah Emad, Ghadr, Sejjil, Zalzal, Dezful dan Zolfaghar dan jangkauannya bervariasi antara 350 km dan 2.000 km (220-1.250 mil).
Pejabat Israel mengatakan bahwa salah satu yang dibahas adalah kemungkinan normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan Indonesia.
Pihak rumah sakit mengatakan, pasien menderita berbagai penyakit serius.