Kalau mau memfitrahkan kembali Indonesia, kita bersatu membangun bangsa ini. Indonesia ini dulu dibangun dengan kebersamaan dan gotong royong di antara berbagai ikatan primordial. Ada orang Jawa, Sunda, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya berkumpul memfitrahkan, melahirkan Indonesia yang disebut NKRI.
Untuk itu saya di sini bisa mengumumkan dari sudut pandang kapasitas kita aman dalam menghadapi Lebaran Idul Fitri 1443
Hari ini tentu kita bahagia pergerakan mudik di Nagreg berjalan lancar. Puncak mudik terjadi kemarin dengan 128 ribu kendaraan
Kalau kita lihat ekornya sudah di KM 94 namun sudah mulai bergeser artinya ada kepadatan sekitar 4 sampai 6 kilometer. Mudah-mudahan penambahan ini bisa mempercepat masyarakat segera berangkat dari Merak ke Bakauheni.
Karena masih ada saudara kita yang belum berhari raya, jamaah thariqat Habib Muda Seunagan (Thariqat Syattariyah) untuk menghormati yang masih berpuasa, dengan tidak makan dan minum di depan saudara kita yang masih berpuasa
Jadi semuanya menyambung, kita bisa jalan muter dengan aman dan nyaman
Kita ketahui bahwa pelibatan masyarakat dalam proses legislasi adalah mutlak. Karena setiap produk UU merupakan jawaban atas persoalan dan pemenuhan kebutuhan hukum terhadap kepentingan masyarakat, bukan ujug-ujug disusun dan direvisi sesuai kebutuhan apalagi kepentingan elit tertentu, sehingga basisnya harus by evidence bukan by accident.
Inspeksi kembali kita lakukan untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU-SPBU di sepanjang jalan tol. Kita mau pastikan kecukupan BBM untuk masyarakat
Indonesia memahami hal ini karena pada konstitusi kita juga tidak menerima segala bentuk peperangan dan penjajahan dan senantiasa menjaga perdamaian
Dalam rangka membangun personal branding, sejumlah politisi berbondong-bondong terjun ke media sosial. Media sosial digunakan sebagai strategi untuk membentuk citra diri sendiri agar masyarakat dapat menilainya dari prestasi dan pencapaian yang dimiliki.