Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Pak Bowo) yakin calon Panglima TNI baru dipilih melalui proses yang ketat. Dia juga yakin sosok yang akan dipilih Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu profesional.
Dia enggan mengelaborasi lebih jauh terkait pernyataan Jokowi tersebut. Dia lalu meninggalkan Kompleks Parlemen Senayan untuk melanjutkan tugasnya sebagai Menhan.
Puan menerima brevet Hiu Kencana TNI AL bersama sejumlah pejabat negara, Anggota 1 BPK RI Nyoman Adhi Suryadyana, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dan Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono.
Didepan KAHMI, Prabowo sampaikan alasan masuk pemerintahan
Dia menilai apabila kedua tokoh tersebut bisa berpasangan dalam Pilpres 2024 maka akan menjadi duet maut. Hal itu dikarenakan kedua tokoh sama-sama memiliki basis pendukung yang besar.
Keberadaan HMI yang merupakan cikal bakal dari KAHMI, kata Prabowo, pada saat itu berperan mempertahankan sekaligus memperjuangkan ideologi yang hingga saat ini masih kokoh dan dianut kebanyakan orang.
Saya sampaikan bahwa yang namanya survei itu kan selalu dinamis dan kita tahu bahwa dalam perjalanannya menuju pemilu nanti pasti kan ada perubahan-perubahan baik perubahan yang lebih baik, ataupun perubahan-perubahan yang lain.
Jadi kalau usai acara Projo di magelang lalu orang ramai menduga dukungan Jokowi ke Ganjar. Kemudian setelah acara Perindo ramai lagi orang menduga Jokowi mendukung Prabowo. Kalau saya justru melihat bahwa kuda hitam di luar nama nama yang beredar adalah Erick Thohir yang ditunjuk oleh Jokowi menjadi ketua panitia pernikahan Kaesang.
Itu adalah dukungan yang sungguh-sungguh karena tanpa dukungan yang sungguh-sungguh dari Presiden tentunya program-program di Kemenhan tidak akan berjalan dengan baik.
Kan wajar saja Pak Prabowo anak buahnya, Pak Presiden mendorong Pak Prabowo supaya menang ya wajar lah. Kita tempatkan sesuatu itu secara proporsional saja.