Di tengah wabah pandemi COVID-19 ini, permintaan akan produk buah- buahan justru makin meningkat.
Bulan Agustus produksi diperkirakan 149.461 ton dengan kebutuhan 124.208 ton sehingga surplus 25.253 ton.
Meskipun pasti perlu waktu untuk masa recovery. Dukungan pemerintah akan terus ada demi kemajuan dan kesejahteraan petani hortikultura
Salah satu poin penting dalam MoU adalah kesiapan Kementan membantu distribusi komoditas hortikultura seperti sayuran.
Anton mengatakan hampir seluruh sentra produksi bawang marah di Indonesia akan terus berproduksi.
Sementestinya, dengan kehadiran bawang putih impor ini sudah mampu menstabilkan harga ke level normal, jika benar bawah komoditas tersebut sudah masuk ke pasar-pasar di Tanah Air.
Bawang putih impor ini didatangkan oleh CV. Semangat Tani Maju Bersama (STMB) yang sudah mendapat rekomendasi dan izin impor dari pemerintah.
Prihasto mengatakan, saat ini sudah diterbitkan RIPH untuk 450 ribu ton bawang putih, dan 227 ribu ton untuk bawang bombay. Bila semua telah masuk, maka stok cukup untuk satu tahun, bahkan satu setengah tahun untuk bawang bombay.
Tindakan pembebasan ini merupakan langkah pemerintah yang diharapkan mempermudah mendatangkan pasokan bawang putih dan bawang bombai, sehingga harga kembali stabil.